Urgensi Peran Aktif Mahasiswa Kristen di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, PP GMKI Akan Bentuk Cabang Baru

29 Aug 2017 13:09:27 || Penulis:PENGURUS PUSAT


Bangka Belitung - Selama ini peran aktif mahasiswa Kristen di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat kurang, sehingga banyak mahasiswa kristen di berbagai perguruan tinggi se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belum optimal mengaktualisasikan dirinya di berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara di Provinsi tersebut.

Melihat kondisi tersebut, Pengurus Pusat GMKI menyatakan sangat prihatin dengan kondisi tersebut dan akan menjawab persoalan tersebut.

Pengurus Pusat (PP) GMKI menugaskan salah satu fungsionaris untuk mengajak dan melakukan konsolidasi mahasiswa kristen, serta melakukan sosialisasi ke gereja-gereja yang tergabung dalam PGI (Persekutuan Gereja – Gereja di Indonesia) Wilayah Bangka Belitung agar dapat membentuk GMKI di Kepulauan Bangka Belitung.
Agenda konsolidasi yang dilakukan GMKI diantaranya mempresentasikan profil organisasi GMKI di Sidang PGIW Bangka Belitung, mengajak mahasiswa Kristen se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan melakukan Masa Perkenalan GMKI.

“Tugas yang diberikan oleh Ketua Umum dan Sekretaris Umum merupakan tujuan mulia dari GMKI untuk menjawab kerinduan mahasiswa untuk melayani di 3 medan pelayanan GMKI se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung”, ujar Herbeth Marpaung (Kabid Hubungan Internasional PP GMKI) yang ditugaskan melakukan konsolidasi mahasiswa kristen di Pangkal Pinang- Kepulauan Bangka Belitung.

Herbeth mengatakan, kunjungan PP GMKI ke Bangka Belitung adalah untuk mengawal pembentukan cabang GMKI Pangkal Pinang. Berdasarkan kajian kami, banyak pendeta, pemuda, dan mahasiswa kristen disini belum mengenal GMKI. Padahal GMKI sudah lahir sejak tahun 1950 dan merupakan pelopor pembentukan PGI, yang dulunya disebut DGI.

Adapun tahap – tahap yang akan kita lakukan yaitu, mempresentasikan profil organisasi GMKI di hadapan pendeta antar denominasi gereja di sidang PGIW Kepulauan Bangka Belitung, mengajak mahasiswa kristen untuk ikut GMKI, untuk langkah awal kami akan mengajak mahasiswa kristen Universitas Bangka Belitung untuk ikut GMKI, selanjutnya kami akan mengajak mahasiswa kristen di universitas lainnya. Tidak menutup kemungkinan mahasiswa antar agama untuk ikut GMKI karena GMKI bersifat nasionalis. Masa perkenalan GMKI kali ini sangat istimewa bagi saya karena selain perekrutan anggota, ini juga perekrutan perintis – perintis GMKI Kepulauan Bangka Belitung yang akan dikenal sepanjang sejarah GMKI Kepulauan Bangka Belitung.

“Saya sudah mempresentasikan profil organisasi GMKI di forum PGIW Bangka Belitung yang dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2017 yang dihadapan pendeta berbagai denominasi gereja. Hasilnya sangat postif, ternyata pendeta juga memiliki kerinduan yang sama. Gereja siap untuk membantu pembentukan GMKI Cabang Bangka Belitung dan untuk sementara Gereja GPIB siap untuk menyediakan ruangan untuk GMKI Cabang Bangka Belitung yang akan terbentuk nantinya. Kami sudah melakukan Masa Perkenalan di Gereja GPIB Jemaat Maranatha Pangkal Pinang- Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 27 Agustus 2017. Sebanyak 28 mahasiswa kristen sudah dilantik, untuk sementara keanggotaan mereka melekat menjadi anggota GMKI Cabang Palembang yang nantinya menjadi anggota GMKI Bangka Belitung jika GMKI di Bangka Belitung sudah terbentuk”. Ujar Herbeth Marpaung melalui pesan singkat kepada Media Komunikasi PP GMKI.

Dalam sambutan penutupan acara, Herbeth Marpaung berpesan kepada Badan Pengurus Cabang Palembang dan Senior GMKI dari berbagai cabang yang turut hadir di Acara Masa Perkenalan GMKI untuk segera menindak-lanjuti proses yang sudah dilalui.

“Kehadiran GMKI di 3 medan pelayanan GMKI di Provinsi ini sangat dinanti oleh Gereja, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Daerah untuk menjadi mitra kritis dan strategis mahasiswa kristen dalam rangka pembangunan spritualitas mahasiswa dan pembangunan daerah di tengah ancaman globalisasi yang sedang dihadapi masyarakat Indonesia khususnya masyarakat se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tidak hanya itu, sebagai Provinsi Kepulauan yang erat kaitannya dengan persoalan – persoalan lingkungan seperti degradasi ekosistem laut akibat eksploitasi berlebihan perlu juga peran mahasiswa bersama gereja untuk mengadvokasi masyarakat dan pemerintah agar menjaga sumber daya laut dan lingkungan dapat dimanfaatkan secara lestari”, sambung Herbeth.

 



Baca Juga