Aparat Lakukan Tindakan Brutal Terhadap Massa Aksi di Kalimantan Tengah

22 Nov 2017 00:24:32 || Penulis:PENGURUS PUSAT


Palangka Raya - Gabungan dari organisasi mahasiswa dan kemasyarakatan melakukan unjuk rasa dan ingin bertemu dengan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PPDT) untuk menyampaikan kajian terkait Reforma Agraria ala Jokowi - JK di Kalimantan Tengah, pada hari Minggu pukul 10.00 WIB (19/11/17).

 

Aksi yang dilakukan selama berjam-jam dan rela di guyur hujan, dihadang oleh aparat kepolisian dan peserta aksi tidak dipebolehkan menuju Bundaran Besar di Depan Rujab Gubernur, Kalimantan Tengah, hingga berakhir ricuh.

 

“Dalam kajian kami, Reforma Agraria ala Jokowi - JK akan memunculan konflik baru di tengah-tengah masyarakat Kalimantan Tengah,” tutur Novia Adventy yang merupakan Ketua Cabang GMKI Palangka Raya.

 

Novia mengatakan, aparat pukul mundur peserta aksi dengan cara tidak manusiawi. Beberapa dari peserta aksi ditendang, diseret, dipukul bahkan dicekik hingga menangkap korlap aksi tanpa alasan yang jelas.

 

“Saya yang juga berada ditengah - tengah barisan menjadi incaran dan dikeroyok puluhan polisi. Bertubi-tubi pukulan dan tindakan tidak senonoh dilakukan oleh para polisi laki-laki,” tukas Novia dengan nada kesal.

 

“Tindakan sewenang-wenang oleh aparat kepolisian ini merupakan pelecehkan dan telah menyumbangkan diskriminasi dan ketidakadilan bagi perempuan,” Tambah Novia. 

 

Seharusnya polisi mengayomi, menjaga dan melindungi rakyat. Bukan malah memukul, menyeret dan menendang. Polisi jangan gagah-gagahan di negara ini kalau belum paham apa itu Hak Asasi Manusia dan kebebasan mengeluarkan pendapat.

 

Novia menambahkan, kami menuntut penegakan keadilan diatas negeri ini. Aparat kepolisian harus bertanggung jawab atas segala perbuatan dan tindakan yang dilakukan kepada massa aksi Front Perjuangan Rakyat yang telah konsisten untuk mengabdikan dirinya bagi kepentingan rakyat, tutur Novia. 

 

“Ditengah-tengah kepalan tangan, kami mahasiswa akan terus memperjuangkan hak rakyat miskin dan tertindas. Semangat ini tidak akan pernah padam dan mati,” kata Novia menutup pembicaraanya.

 

Wujudkan Demokrasi Nasional!
Stop kekerasan terhadap Rakyat!


 



Baca Juga