Natal Nasional GMKI: Sumba Memiliki Keindahan Budaya, Alam, dan Toleransi Antar Umat Beragama

22 Jan 2018 15:41:43 || Penulis:PENGURUS PUSAT


SUMBA TIMUR, GMKI.OR.iD - Putri Pariwisata Indonesia 2016 menyampaikan bahwa Sumba memiliki banyak kekayaan, yaitu kekayaan alam, budaya, dan toleransi antar umat beragama. Pesan ini disampaikan saat menghadiri undangan acara Natal Nasional Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang bertempat di gedung MPL GKS Payeti, Kecamatan Kota Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (20/1/2018) malam.

"Sumba sangat indah. Bukan hanya objek wisata dan budayanya tapi juga toleransi antar umat beragama yang terjalin memberikan nilai yang sangat tinggi. Kebahagiaan yang lahir dari kesederhanaan di Sumba mengingatkan saya lagi untuk terus mengucap syukur selalu," ujar Miss Tourism Cosmopolitan International 2017/2018 ini.

Lois menyampaikan bahwa pemuda harus berperan menjaga dan menciptakan keharmonisan di tengah masyarakat. Pemuda juga harus kreatif mengembangkan potensi di daerahnya, salah satunya adalah bidang pariwisata.

Secara khusus, Lois juga memberikan pesan kepada jemaat, terkhusus anggota GMKI dari berbagai daerah, "saya adalah anggota GMKI yang mengikuti masa perkenalan GMKI tahun 2016 lalu di Manado. Kemudian saya melanjutkan karir dan kuliah di Jakarta. Semoga pemuda GMKI terus hadir dan berkarya secara nyata sebagai garam dan terang Kristus dalam menjalankan misi Tuhan Yesus di dunia. Sehingga tidak terjadi perpecahan di sekitar kita melainkan Motto GMKI Ut Omnes Unum Sint dapat menjadi nyata."

Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI Sahat Martin Philip Sinurat dalam sambutannya menyampaikan bahwa GMKI melaksanakan Natal di Sumba karena beberapa alasan. Selain memiliki potensi alam dan budaya, Sumba juga memiliki banyak sumber daya pemuda yang dapat diberdayakan untuk membangun daerah.

"Banyak pemuda Sumba yang berkuliah ke Kupang, Denpasar, Yogya, Salatiga, juga ke Jakarta. Selesai berkuliah, sebagian kembali ke Sumba. Mereka adalah potensi besar yang dapat berperan membangun desa dan daerah, misalnya mengelola koperasi, BUMDes, jasa wisata, dan lainnya. Pemerintah desa dan daerah harus membuka kesempatan kepada para pemuda ini," ujar Sahat.

Sahat juga mengatakan bahwa Sumba selama ini sudah berhasil menunjukkan kehidupan toleransi antar umat beragama. Keharmonisan ini merupakan salah satu kunci penting sehingga masyarakat dapat bergotongroyong tanpa ada kecurigaan.

"Kehadiran Duta Besar Palestina dan Putri Pariwisata selain menyampaikan pesan perdamaian kepada kita disini, namun juga untuk menunjukkan kepada dunia luar bahwa Sumba adalah daerah yang ramah, aman, indah dan sangat tepat untuk dikunjungi oleh setiap orang," katanya.

Selain mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru kepada semua jemaat, Sahat juga mengapresiasi dekorasi dan penampilan Natal yang berciri khas Sumba.

"Saya sangat senang melihat hiasan pohon Natal menggunakan alang-alang, bukan pohon cemara. Kita juga dihibur dengan berbagai tarian khas Sumba. Dekorasi dan penampilan pada acara ini mengingatkan kita bahwa Natal harus dirayakan sesuai dengan konteks masyarakat. Sehingga Natal ataupun kekristenan di Indonesia tidak lagi diidentikkan dengan gaya kebarat-baratan. Tapi kita tunjukkan bahwa orang Kristen adalah juga 100% Indonesia," pungkasnya.

Dalam perayaan Natal Nasional GMKI tersebut hadir juga Bupati Sumba Timur, selaku penanggungjawab pelaksana, Gidion Mbilijora, Wakil Bupati Sumba Timur selaku Ketua Umum Panitia, Umbu Lili Pekuwali, Bupati Sumba Tengah, Umbu Sapi Pateduk alias Umbu Bintang.

Kemudian, perwakilan pemerintah kabupaten Sumba Barat dan pemerintah kabupaten Sumba Barat Daya, perwakilan Kementerian ESDM RI, Perwakilan Kementerian Agama RI, Duta Besar Palestina Zuhair SM Al Shun, Sekretaris Umum Pengurus Pusat GMKI, Alan Christian Singkali, serta seluruh pengurus GMKI dan para jemaat.



Baca Juga