Kapolda Sumut Bercanda Gurau dengan Peserta Dies Natalis GMKI ke 68

11 Feb 2018 14:38:34 || Penulis:PENGURUS PUSAT


MEDAN, GMKI.OR.ID - KapoldaSumatera Utara,  Irjen.  Pol.  Paulus Waterpaw menjamu makan peserta Dies Natalis GMKI ke 68.

"Terimakasih atas waktu dan pelayanan yang sudah diberikan pak kapolda Ke GMKI dan terkhusus untuk rakyat Sumut.  Banyak kasus yang sudah berkurang berupa begal,  peredaran narkoba dan kejahatan lainnya," kata Ketum PP GMKI Sahat Sinurat melalui Kabid Organisasi PP GMKI,  Corneles Galanjinjinay. 

Kita dari Pengurus Pusat GMKI akan  tetap menyuarakan ke Kapolri apa yang menjadi persoalan - persoalan kriminal dan kejahatan lainnya di negara ini.

Swangro Lumban Batu,  Korwil I PP GMKI mengatakan,  Kami berharap segala kasus yang timbul di Sumut dapat semakin cepat diselesaikan pak Kapolda.

"GMKI tetap mendukung apa yg menjadi visi dan misi kapolda sumut," sambung Swangro. 

Dalam hal ini,  Kapolda SUMUT menyampaikan permohonan maaf atas undangan yang tidak dapat dihadiri berupa diskusi panel pada hari Jumat,  9 Februari 2018.

"Bukan bermaksud untuk tidak mengadiri acara GMKI," sambung KapoldaSU.

"Mari kita sama-sama mengambil hikmah dari segala sesuatunya,  meskipun dengan cara seperti ini kita bisa bertemu," sambung Paulus yang merupakan putra asli Papua ini. 

Kapoldasu mengatakan,  pertama sekali saya menginjakkan kaki di barat ini dari pulau terbitnya matahari,  saya langsung bertemu dengan adek-adek kelompok cipayung.  Karena saya juga harus meminta masukan dari para pemuda. 
Kehadiran saya disumut untuk melayani dengan hati nurani dan juga mendukung program nawacita Pemerintah Jokowi.

"Layanilah masyarakat dengan sepenuh hati,  dan hargailah mereka,  maka mereka akan melayani dan juga menghargai kita," kata Waterpaw dengan senyum khasnya. 

Kapoldasu mengatakan,  kita sebagai warga sumut,  senang atau tidak senang dan suka atau tidak suka, kita harus menerima apa yg terjadi.  Karena Sumut adalah salah satu tempat akses internasional.  Tapi kita harus sama-sama menjaga Sumut ini supaya tidak diusak oleh kedaruratan-kedaruratan.  
Sebagai contoh adalah transaksi jual beli narkoba, begal,  copet,  penyeludupan barang-barang dan lainnya.

"Saya sampaikan ke anggota Polri Sumut,   apabila kedapatan maka harus kita hentikan ditempat itu juga dan segera kita sampaikan ke pengadilan," tutur Paulus dan disambut tepuk tangan para peserta. 
Kalau kita tidak tegas,  mau jadi apa negara ini,"sambung waterpaw. 

"Dulu saya tidak pernah terpikir akan bertugas di Sumut,  namun Tuhan berkata lain, saya harus mengabdi di Sumut saat," kata Waterpaw bercerita. 

"Satu lagi saya sampaikan,  jangan pernah terbuai dengan hoax,  apalagi untuk membagikannya baik melalui fb,  wa dan medsos lainny. Hati - hati terhadap UU IT yang bisa menjerat dan sampai ke penjara, "tutup Waterpaw.

Editor : Jumady Sinaga 



Baca Juga