Perempuan Sebagai Agen Penyelamatan Lingkungan

11 Feb 2018 23:52:00 || Penulis:PENGURUS PUSAT


Lingkungan yang kita tinggali, bukan sekedar hanya fisik dan spiritual, tapi juga berdampak bagi kerja dan kinerja. Lingkungan menentukan masa depan kita karena kita tidak mungkin bisa bertahan hidup tanpa sumber daya alam yang begitu melimpah dari alam. Jadi, merupakan kewajiban setiap manusia untuk turut berpartisipasi dalam menjaga keutuhan dan keberlangsungan lingkungan hidup.

Jika menginginkan perubahan bagi bumi ini, mulailah dengan sesuatu yang kecil dari diri sendiri. Perubahan besar tidak akan ada tanpa perubahan kecil. Ada beberapa cara mudah yang bisa diterapkan untuk menyelamatkan bumi dan lingkungan hidup dimana kita tinggal.

Menjadi change agent tanpa mendiskreditkan gender, berangkat dari permasalahan daerah sendiri. Perempuan sebagai change agent bisa dengan ragam pendekatan seperti mengedukasi orang-orang sekitar, melibatkan ibu-ibu ataupun para pemuda, untuk melakukan heartwash bukan brainwash menuju satu visi dan budaya melayani, team work lewat kerja sama (kolaborasi) lintas agama, community development, bersahabat dengan lingkungan, serta building global network karena pada dasarnya hidup tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain. Peace begin in the home, menjaga kesejahteraan manusia dan keseimbangan lingkungan. Sebagai change agent, selaku perempuan kita perlu memikirkan generasi selanjutnya karena kita tidak hanya hidup untuk hari ini saja.

Masalah lingkungan merupakan tanggungjawab bersama tanpa batas usia, profesi ataupun gender. Semua mempunyai hak, kewajiban dan waktu untuk melakukan penyelamatan lingkungan. Begitu juga perempuan. Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga keindahan dan kelestarian lingkungan alam sekitar.

Banyak cara yang dapat dilakukan perempuan untuk berperan lebih aktif lagi dalam berbagai kegiatan positif demi terciptanya lingkungan yang bersih, asri, indah dan sehat. Begitu juga sebaliknya, perempuan juga memiliki kontribusi negatif dalam kerusakan lingkungan. Maka perempuan sebagai makhluk yang cerdas sudah semestinya memilih peran sebagai penyelamat lingkungan, bukan sebaliknya.

Kerusakan ekosistem di sekitar kita, dalam skala kecil maupun besar, tak lain karena ulah jahil manusia. Entah karena keisengan, ataupun karena tujuan besar untuk berbagai kepentingan. Perempuan harus memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga agar lingkungan tetap bersih, indah dan sehat. Apalagi keadilan dan kesetaraan di bidang ekologi telah menjadi salah satu isu penting dalam pengarusutamaan gender demi menyelamatkan lingkungan hidup.

“Perempuan punya peran yang strategis dan sangat sentral dalam membentuk perilaku positif dalam penyelamatan lingkungan. Perempuan dengan profesi apapun, selain berinteraksi dengan lingkungan tempat kerja, pasti juga berinteraksi sangat intens dengan keluarga dalam sebuah rumah tangga. Dan di keluarga inilah perempuan bisa memulai menanamkan nilai-nilai positif pada anak sejak dini tentang cinta lingkungan.

Menurut profesor bidang gender, banyak hal yang dapat dilakukan oleh perempuan. Apalagi sosok perempuan dikenal sebagai makhluk yang multitalenta dan multitasking sehingga dapat menjalankan peran apapun dan di manapun perempuan berada. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan perempuan dari Emy Hendrarso.

 

# Mulai Dari Rumah #

Perempuan, entah sebagai perempuan single, isteri, atau ibu, tetap memiliki “rasa” yang beda dengan kaum pria yang ada di rumah terkait dengan kondisi kerumahtanggaan. Perempuan lebih memiliki kepekaan untuk menciptakan kebersihan, kerapian, keindahan rumah dan sekitarnya. Perempuan dapat memulai menanamkan nilai-nilai menjaga kelestarian di rumah pada anak sejak dini. Anak bisa diajak untuk tidak melakukan pemborosan listrik, air, dan diajak untuk membuang sampah pada tempatnya, menanam tanaman hias di teras dll. Dan yang penting beri contoh pada anak tentang apa yang sedang anda ajarkan.

 

# Pemberdayaan Dalam Komunitas #

Perempuan memiliki kelebihan di bidang sosial. Wajar jika perempuan ada yang eksis di berbagai komunitas. Mulai komunitas arisan ibu-ibu tetangga sekitar rumah, arisan perempuan yang memiliki hobi yang sama, komunitas bisnis online, komunitas wali murid, perempuan yang memiliki profesi yang sama, atau perempuan bersama rekan-rekan kerja di kantor, dll. Kelompok-kelompok perempuan ini dapat membuat gerakan peduli lingkungan di internal kelompoknya sendiri atau ditularkan pada lingkungan sekitar. Gerakan bisa berupa ajakan “Menanam Pohon Bersama” di sekitar fasilitas umum, di pinggir jalan, di kantor dll. Termasuk juga gerakan memilah dan memilih sampah kering dan basah, sampah organik dan sampah anorganik.

 

# Jadikan Sampah Bernilai Ekonomi #

Perempuan dianugerahi kecerdasan pikiran, ketajaman intuisi, kelembutan, kesabaran, ketelatenan, dan kelebihan positif lainnya yang mendominasi jika dibanding laki-laki. Perempuan dengan kecerdasannya akan berfikir bagaimana caranya agar benda-benda tak terpakai, seperti kardus bekas, plastik kemasan, kain perca, didaur ulang untuk dijadikan benda baru yang berfungsi dan layak jual. Upaya ini selain mereduksi sampah di rumah, juga akan mendatangkan nilai ekonomi bagi keluarga atau kelompok perempuan.

 

# Lakukan Dengan Hati #

Melakukan kebaikan dan kebajikan dengan hati, akan membawa dampak yang sangat positif. Meski tak berharap award atau reward dari pihak manapun, masyarakat akan tahu apa yang telah kita lakukan adalah kegiatan positif yang bermanfaat buat kepentingan orang banyak. Tapi yang harus disadari perempuan dalam gerakan penyelamatan lingkungan mendapat reward lebih besar berupa lingkungan yang bersih, indah, sejuk dan sehat, yang tentu akan membawa dampak sangat positif pada kesehatan raga dan jiwa.

 

# Perluas Networking #

Gerakan positif peduli lingkungan harus dijadikan “virus” yang harus ditularkan pada banyak orang. Perluas jaringan atau networking di mana-mana, agar semakin banyak orang yang menyadari tentang menjaga dan melestarikan lingkungan adalah bukan sekedar isu tapi adalah gerakan nyata yang harus dilakukan tanpa ditunda.

Dalam Kejadian 1:26 menjelaskan, "Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusiamenurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Dalam ayat tersebut menjelaskan bahwa kita bebas mengeksploitasialam, tapi seharusnya kita memperlakukan bumi seperti layaknya perempuan.

Di Indonesia, potensi perempuan tidakdibedakan dengan yang lain. Contohnya, perempuan memiliki hak yang sama. Tetapi untuk pergerakan perempuan itu sendiri, perempuan cenderung melakukan gerakan dari akar rumput, bukan bersumber dari elit. Misalkan saja aksi perempuan kendeng atau Mama Alena di NTT. Mereka melakukan aksi atas dasar desakan dan kebutuhan mereka sebagai perempuan.

Hubungan perempuan dan lingkungan sangat erat. Contohnya saja adalah, perempuan membutuhkan air untuk proses sanitasimenstruasi atau melahirkan. Untuk itu, tanpa disadari pun, perempuan akan berperan aktifdalam menjaga lingkungan. Karena ketika alam rusak, maka yang paling memiliki dampak yang paling besar adalah perempuan.

* Hasil diskusi mingguan Pokja PerempuanGMKI, Jumat 10 Februari 2018. Pemateri Cinthya Rahmi Utami (Global Peace Foundation Indonesia) dan Penanggap Nova Yulanda Sipahutar (Aktivis Feminisme GMKI).



Baca Juga